Sabtu, 09 April 2016

Petualangan Underwater Tiga Spot Terbaik di Karimun Jawa (Tour Laut)

          Pagi itu kita bersiap-siap untuk tour laut jam 7.30. Saya menyiapkan anak-anak menggunakan pakaian renang. Saya dan abi pun demikian. Tak lupa kita sarapan pagi terlebih dahulu. Menu pagi ini nasi, telur dadar, mie goreng, ikan goreng dan tumisan. Bersyukur anak-anak bukan tipe yang susah makan. Walaupun sedikit pemilih tapi bila tak ada pilihan, apa yang ada juga dimakan. Pas jam 7.30 kita di jemput bu titi agar ke rumahnya yang ga begitu jauh dari masjid. Di rumahnya kita mencoba jaket pelampung, kaki katak dan kaca muka. Bu titi begitu sigap menyiapkan keperluan kami. Kemudian kita diantar ke pelabuhan. Nah, di pelabuhan kita akan menaiki perahu kecil milik bapaknya bu titi ini. Pokoknya ada hubungan sodara semua deh. Trus kita dikenalkan sama mas Jamal. Mas Jamal ini merupakan guide laut kita. Tak lama datang empat orang lagi. Suami istri dan kaka beradik. Mereka kaget liat kami bawa anak tiga, terutama aisha ini. Hahaha. Sudah sepaket bu. Kita ga mau jalan-jalan tanpa anak. Harus ikutan semua. Ini ade kecil mau snorkling juga ya. Iya bu, aisha mau liat nemo. Tidak begitu lama perahu pun jalan. Mas Jamal sambil memperkenalkan diri dan memberi pengarahan ke kami. Orang yang supel menurut kami. Lucu lagi. Mas Jamal bilang, kita harus menjaga kelestarian alam. Jangan merusak karang, karena sesungguhnya karang itu makhluk hidup. Cukup liat-liat saja kehidupan bawah laut. Lestari, agar anak cucu kita bisa melihatnya juga nanti. Dan yang tak kalah penting, jangan buang sampah ke laut. Bawa lagi sampahnya pulang.
          Perahu kami menuju spot satu. Spot ini seperti spot latihan dulu. Dangkal, sekitar sedada orang dewasa, kita bisa berenang agak jauhan dikit dan dapat melihat karang-karang yang indah. Disini kita diajarkan dahulu tekhnik dasar snorkling. Napas lewat mulut dan yang pasti kaca muka harus dipastikan ngepas dan tidak bocor. Jangan ada rambut yg mengganjal karet kaca muka dan untuk saya yang menggunakan jilbab, pastikan kaca muka nempel di kulit muka. Bukan di kain jilbab, agar tak ada rongga yang menyebabkan air masuk ke muka. Air lautnya bening, terlihat seperti di kolam renang. Padahal bukan.


Disini kita juga dapat melihat pemandangan underwater laut dangkal. Karang-karang yang indah, ikan-ikan beraneka ragam jenis dan warnanya. Mas Jamal mengajak kita foto-foto sebentar di satu tempat dimana air lautnya dangkal, kira-kira sepinggang orang dewasa. Berlatar gunung dan awan-awan. 
           Dari sini kita naik perahu lagi, melaju ke spot kedua. Sepanjang perjalanan terlihat keindahan alam laut. Sesekali saya melihat ikan terbang, terbang? Iya terbang. Saya juga baru tau saat itu kalo ada ikan yang bisa terbang. Dia terbang diatas permukaan laut. Jauh terbangnya. Saya terpesona banget liatnya. Kata mas Jamal, itu ikan yang jadi maskot indosiar. Mas Jamal ngasih tau namanya dan nama dalam bahasa inggrisnya. Tapi maafkan saya lupa. Maklum ya. Ketika melewati pulau demi pulau. Mas Jamal bercerita bahwa pulau-pulau itu sudah dimiliki asing. Dibuat resort-resort berharga dollar permalamnya. Sedih ya dengarnya. Tapi ya begitu kenyataannya. Bule-bule asing malah lebih cepat mengetahui potensi pariwisata dari keindahan alam Indonesia. Kita? Sibuk bertengkar para elitnya. Eits..ups...
            Spot kedua lebih bening airnya. Beniiiinnggg banget. Dan ikannya lebih berwarna, beranekaragam. Saya takjub. Tapi dalemnya bikin takut. Beda dari spot pertama yang dangkal. Ini dalemm pisaaannn. Mungkin saya perkirakan sekitar 7 meter dibawah permukaan laut. Tapi masyaAllah. Yang ini paling top. Ya karang-karangnya yang bergoyang-goyang, berwarna-warni dan ikan-ikannya itu loh, banyak dan mengelilingi kita, apalagi jika kita kasih umpan roti, syahh langsung pada kumpul disekeliling kita. Ini sebagian foto-foto underwater kami. Cuma secuil mewakili keindahannya. Mau liat yang banyak ya datang kesini. Berasa berada di akuarium raksasa. Bener loh. Ga boong dah. 




Ummi dan kaka tak mau kehilangan momen ini. Kita keliling-keliling mengitari perahu sambil melihat ikan-ikan yang bertebaran begitu banyak dan indah.


Sesekali kaka dipanggil si mbah yang punya perahu. Le, jangan jauh-jauh. Hehehe. Bocah pemberani, ga ada takutnya memang. Untuk yang satu ini, kaka memang top deh. 



Aisha pun tak mau ketinggalan. Setelah mas Jamal pun bilang aman. Gapapa. Aisha ikutan turun. Dia senang sekali. Tiba-tiba ada ikan mirip dengan nemo tapi warnanya hitam putih mengelilingi kami. Aisha cekikikan. Sayang kami ga sempat foto momen nemo mendekati kami ini. 


            Setelah puas melihat-lihat bawah laut. Mas Jamal memberi tantangan kepada kami. Untuk menyelam hingga dasar laut. Karena kami masih amatiran semua, dipakailah cara tali yang diikatkan ke dasar laut. Caranya, kami harus melepas jaket pelampung kami, dan alat bernapas di mulut. Yang tetap dipergunakan kaca muka saja. Tahan napas sekuat-kuatnya dan selama- lamanya, kemudian tarik tali hingga membawa tubuh kami ke dasar laut. Lumayan juga kedalamannya ini. Sekitar 4 hingga 7 meter dibawah permukaan laut. Dan yang berani ummi dan kaka. Abi ga berani, begitu pula ade. Bukan ga berani ya de, belum berani, suatu saat pasti bisa. Saya pun melepas jaket pelampung saya, si mbah bersiap2 diatas perahu mengambil jaket saya. Dan bersiap melemparkannya kembali ketika saya muncul di permukaan laut. Menantang.. 


Om yang seperahu dengan kami menyemangati kaka. Kaka pasti bisa. Ayo berani ya, om temenin sampe bawah. Jadi jangan takut. Sambil si om ngajarin cara-cara menahan napas kepada kaka. Dan nampaknya kaka berani ambil tantangan ini. Dan kaka 3 kali mencobanya sampai berhasil hingga ke dasar. 


            Spot kedua sudah kita lalui. Bermain-main dengan ikan pun sudah. Kita kembali naik ke perahu. Tujuan kita ke pulau cilik, bakar ikan, makan siang dan melihat keindahan pulai cilik. Ini beberapa foto keindahan pulau cilik. 




Kita cukup lama istirahat di pulau ini. Disini ada warung makan juga, menjual kelapa muda, indom*e, kopi, jajanan anak-anak dan souvenir. Kaka-kaka bermain air di tepi pantai sedangkan aisha bermain-main pasir. 


            Selesai makan di pulau ini kami lanjut naik perahu menuju spot ketiga. Awalnya saya berpikir snorkling kami telah selesai dan langsung menuju penangkaran hiu. Ternyata tidak, masih ada satu spot lagi. Sudah puas snorkling eh ditambah lagi satu spot lagi. Duh ga mau kehilangan momen. Hayu turun. 





Ade yang tadinya mau-mau ga-ga. Ikutan turun walaupun hanya disekitaran perahu. Dia juga terlihat takjub. Selama dikapal dia cerita tentang ikan-ikan yang dia liat. Suatu hari nanti kita snorkling ade udah berani ya de. Spot ketiga kami juga ditantang seperti spot kedua. Menyelam hingga ke dasar laut. Di spot ketiga ini takut-takut kami sudah hilang. Yang ada ingin terus mengeksplor keindahan yang dapat kami lihat. Ah menakjubkan pokonamalah. 
            Destinasi terakhir kami adalah penangkaran hiu. Disini kita melihat hiu-hiu yang dipelihara dikembangbiakan. Hingga suatu saat dapat dilepas di habitatnya kembali. Ini salah satu upaya dalam melestarikan hiu-hiu yang hampir punah akibat penangkapan semena-mena untuk dikonsumsi atau diambil siripnya. Jangan sampai deh ya kita makan hiu. Kasian ini ikan hampir punah. 



Di penangkaran hiu ini, kami tak turun ke kolam sekedar uji nyali. Yah karena banyak anak-anak muda yang foto-foto disitu dan tak selesai-selesai. Jadi kami sekedar melihat-lihat saja. Bila berani bisa loh turun di kolam hiu ini untuk foto-foto. Bila berani loh. Saya kayaknya ga deh... 
            Selesai sudah petualangan kami hari ini. Cape iya, letih iya, kucel iya. Tapi satu yang pasti. B a h a g i a...bahagia mendapatkan pengalaman menakjubkan tentang negeri bawah laut. Semoga tulisan sederhana ini bisa jadi referensi, syukur-syukur sedikit inspirasi bahwa jangan memberikan anak-anak mainan atau barang-barang mahal. Karena mainan atau barang-barang akan usang. Tapi berikan mereka pengalaman. Karena pengalaman akan mereka ingat dalam hati selamanya. InsyaAllah. 

Minggu, 03 April 2016

Petualangan di Karimun Jawa ( Tour Darat)

          Sekitar jam 11.30 sampailah kami di pelabuhan Karimun Jawa. Udara sangat panas sekali. Saya berpikir depok sudah panas, ternyata disini jauh lebih panas. Lebih panas dari solo, ataupun Surabaya. Abi sibuk menelpon tour guide kami yang berjanji bertemu dan menjemput kami di pelabuhan ini. Para penumpang terlihat saling mencari-cari tour guidenya masing-masing. Tour guide ini kebanyakan adalah penduduk setempat yang mata pencariannya dari wisata ini. Ada juga para pekerja atau nelayan yang nyambi jadi tour guide. Keluar dari kapal sepanjang jalan sudah terlihat keindahan bawah laut sekitaran pelabuhan. Air laut yang bening menembus dasar laut. Ikan-ikan bergerombol terlihat jelas dari atas. Aisha antusias sekali menunjuk-nunjuk ikan-ikan itu. MasyaAllah.

Mas david sms dia berada di pos dekat gapura selamat datang. Oh baiklah kita kesana. Lebih sepi juga daripada menunggu disini yang penuh penumpang. Tak lama kami menunggu dan mas david datang. Kita berkenalan sebentar dan mas david minta maaf untuk menunggu mobil sebentar. Kita pun menunggu sambil duduk-duduk di rumput. Tidak berapa lama datanglah mobil yang akan membawa kita ke homestay. Mobil putih itu berhenti dan pak supirnya yang merupakan teman mas david dengan cekatan memasukkan ransel-ransel kita ke bagian belakang mobil. Perjalanan ke homestay tak butuh waktu lama. Ternyata tak terlalu jauh. Hanya sekitar 10 menit berkendara. Homestay kita terletak tak jauh dari alun-alun, di dalam perkampungan karimun jawa. Mas david berkata kita istirahat dulu, sholat, makan dan persiapan tour darat jam 13.30. Rumah yang bagus menurut saya. Di meja sudah terdapat es kopyor dengan sirop merah, seperti minuman selamat datang gitu dan di meja makan sudah terdapat makan siang menu rumahan. Nasi, sayur sop, ikan kembung goreng, tempe goreng, sambal kecap dan kerupuk. Menu yang cocok di lidah kami. Selesai sholat dan makan, tepat jam 13.30 kita dijemput mobil yang sama lagi. Mas david malah belum datang. Kita diajak muter-muter terlebih dahulu melihat perkampungan karimun jawa dan foto-foto di sekitaran pelabuhan karimun jawa. Baru 15 menit kemudian kita bertemu mas david.
         Tujuan pertama kita adalah bukit love. Entah kenapa dinamakan bukit love, mungkin karena banyak tulisan-tulisan love gitu atau tempat sepasang kekasih melihat lautan luas dari bukit ini. Ah entahlah. Yang pasti dari atas bukit ini terlihat pemandangan laut dari atas. Panas sih ya, ditambah jalanan menanjak cukup menguras keringat juga. Disini kita membayar karcis masuk. Ga tau gimana ngitungnya. Yang pasti kita dikenakan 2 tiket masuk sebesar 20rb. 20rb ini dikasih dua minuman botol dingin pula. Ah murah. Matahari sangat terik. Tapi kita tak mau kehilangan momen tiap momen. Sepertinya ga lengkap bila ke karimun jawa belum foto-foto di bukit sini.


Beruntungnya kami, ketika kesini sedang banyak burung-burung merpati bertebangan. Menambah suasana cantik.


             Dari bukit love kita menuju hutan mangrove. Seperti namanya hutan mangrove ini hanya terdapat pohon-pohon mangrove. Terdapat trek-trek jalanan setapak kayu yang dapat kita lewati. Lumayan juga lelah ya. Trek yang panjang. Ternyata mangrove juga banyak jenis-jenisnya, disini kita dapat melihat berbagai jenis pohon mangrove disertai beberapa papan keterangannya. Mirip-mirip belajar biologi gitu.


Ditengah-tengah trek terdapat menara pengawas atau pemantau. Kita dapat naik ke atas dan melihat hutan mangrove dari atas.

            Selesai dari melihat-lihat hutan mangrove, kini ke destinasi terakhir dihari ini. Pantai tanjung gelam. Kita akan menghabiskan sore disini hingga matahari tenggelam. Pemandangan pantai tanjung gelam tak diragukan lagi keindahannya. Laut yang biru, pasir yang putih lembut dan suasana pantai yang tidak ramai menambah nilai tersendiri. Indaaaahhh bangetttt.




          Selesai sudah tour darat hari ini. Hari kedua tour laut akan lebih seru. Sepanjang hari kita akan snorkling di tiga spot terbaik. Berlanjut ya. Salam. 


    




Senin, 28 Maret 2016

Bagaimana Mencapai Karimun Jawa dari Jabodetabek

Karimun jawa adalah kepulauan yang terletak diatas pulau jawa. Termasuk bagian dari Jawa Tengah, khususnya Jepara. Dulu daerah ini tak ada orang yang tau apalagi sekedar mengunjungi untuk melihat keindahan alamnya. Baru mulai tahun 2009 turis asing sering ke sini dan hits-hitsnya sekitar tahun 2012. Wisatawan melonjak tajam. Maka dari itu promosi daerah ini sebagai destinasi wisata laut sedang gencar-gencarnya.
Kapal penyebrangan ke kepulauan ini bisa dari pelabuhan semarang atau dari pelabuhan kartini di Jepara. Tapi wisatawan lebih banyak yang melalui Jepara. Nah, untuk mencapai Jepara yang paling mudah adalah menggunakan bis. Terdapat banyak bis ke arah ini salah satunya shantika. Bis sekarang sudah cukup bagus dan nyaman. Jadi jangan terlalu khawatir nanti diperjalanan akan gimana-gimana. Pilih saja bangku diurutan depan untuk menghindari yang sering mabok perjalanan. Ini efektif banget buat saya. Bis ini dilengkapi bantal,selimut, wc dan ac. Dan dapat satu tiket satu kupon makan malam di restoran pemberhentian. Pokoknya nyaman deh. Apalagi untuk kami yang membawa 3 anak. Waktu perjalanan dari jakarta dan sekitarnya menuju Jepara sekitar 10 jam. Saat itu kami berangkat pukul 4 sore dan sampai pukul 2 malam.


Teman-teman bisa turun di alun-alun dan dari situ naik becak ke pelabuhan kartini. Ongkos naik becak sekitar 20-25rb. Atau bisa juga nyater angkot. Atau taksi bila ada yang lewat. Tapi biasanya yang ada mangkal ya becak. Di pelabuhan kartini ini ada warung-warung makan yang bisa untuk istirahat sementara menunggu pagi.
Atau bila teman-teman ingin naik kereta, naik kereta menuju semarang, kemudian lanjut naik taksi atau mobil sewaan ke arah jepara. Ongkosnya sekitar 300rb-400rb. Semarang-Jepara ini ditempuh dengan waktu 2-3jam.
Atau bila ingin menggunakan mobil sendiri. Bisa berkendara hingga jepara menuju pelabuhan kartini. Di pelabuhan ini disediakan parkiran mobil nginap untuk wisatawan yang mau menyebrang. Jangan lupa bawa cover mobil ya.

Dari pelabuhan kartini menuju karimun jawa menggunakan kapal laut. Ada dua jenis kapal yang menyebrang. Yang pertama siginjai. Menggunakan siginjai memerlukan waktu sekitar 5-6jam perjalanan laut hingga sampai ke karimun jawa. Atau bila ingin lebih cepat menggunakan kapal ekspress bahari. Kapal ini menempuh 2jam perjalanan laut. Bila ombak tidak besar, naik kapal ini lancar dan tak ada ayunan. Jadi seperti naik mobil saja rasanya. Ketika ombak lumayan besar, kapal akan terayun-ayun membuat mual dan mabok laut. Kapal ekspres bahari ini sudah berAC.

Perjalanan menuju karimun jawa sampailah sudah. Kita akan disambut udara laut yang sangat panas. Tapi semua terbayar oleh keindahannya. Surganya wisata laut. Selamat menikmati panorama laut yang sangat indah.

Kamis, 24 Maret 2016

Homestay Kami di Karimun Jawa

Ketika tiba di pelabuhan kami sudah dijemput oleh mas david. Mas david ini guide kami selama di karimun jawa, tepatnya guide tour darat. Perjalanan menuju homestay menggunakan mobil yang lumayan bagus avanz* yang masih kliatan baru. Sampailah kami di suatu rumah bercat pink, bangunan rumah sudah cukup modern melebihi ekspektasi kami.

Ruang tamunya terdapat meja tamu dan kursinya yang lumayan bagus.

Dan agak ketengah terdapat ruang tv, beserta kasur kecil untuk menonton tv. Tv nya menggunakan tv kabel setempat. Tv nasional tertangkap dengan jelas semua. Ditambah channel-channel tv lokal berbayar dan beberapa tv luar.

Disamping ruang tv ada dua kamar yang pintunya mengarah ke ruang tengah ini. Awal datang saya tanya ke guidenya. Kamar kami yg mana?. Dia jawab, terserah mau tidur di kamar yang mana aja. Satu rumah ini yang disewa. Agak kaget ya. Perkiraan kami hanya satu kamar yang akan kami dapat selama di karimun jawa ini. Ternyata satu rumah. Kembali ke kamar, di dalam kamar terdapat kasur ukuran besar beserta meja rias dan satu buah kipas angin. Kamar satunya pun demikian.

Berjalan agak ke belakang, terdapat meja makan yang tertata rapih. Di meja makan ini selalu disediakan makanan selama kita di karimun jawa. Dijamin ga akan kelaparan deh. Menu-menu rumahan yang cocok dilidah dan porsinya banyak. Selain itu terdapat termos air panas yang selalu diganti keesokan harinya. Jadi mau buat minum apa aja gampang. Ditambah lagi disediakan teh celup, kopi dan gula.

Di samping meja makan terdapat dapur kecil, tapi tak terdapat kompor. Hanya piring-piring dan gelas-gelas yang sudah bersih siap dipergunakan. Di dekat dapur ini kamar mandi berada. Kamar mandi yang cukup bersih dan berkeramik bagus.

Lebih kebelakang lagi ada ruang tambahan tempat menjemur baju, ada juga tempat cuci baju dan kamar mandi tambahan. Ya pokoknya lebih dari cukup dari harapan kami sebelumnya.
Bagaimana?, cukup memuaskan bukan. Cuma kurang AC saja kalau menurut saya. Semua perfecto.

Minggu, 07 Juni 2015

Jamu Kencur Kunyit Asem


Bagi yang suka jamu, tapi kurang puas minum jamu si mba-mba penjual jamu, ini ada resep praktisnya. Bila buat sendiri kita bisa sesuai selera kita. Tinggal simpen di kulkas dan di minum dingin-dingin, segerrr. Ketika beli jamu pagi-pagi, ada bahan yang suka buat nusuk ke hidung, biasanya si mba bilangnya semriwing. Apa sih semriwing, saya juga ga tau. Pernah juga tanya mba-mba jual jamu yang lain, dia bilangnya sih mentol. Tapi saking penasarannya saya, suka saya liat-liat botolnya. Hhhmm kenapa ya botolnya mirip-mirip itutuh. Ah entahlah. Yang pasti bila beli pun saya wanti-wanti ke si mba, mba jangan pakai semriwing ya. Nah, ada baiknya bila waktu luang kita buat sendiri. Ga pake ribet bet bet. Gampang. Semua takaran seperempat kg ya. Kekentalan sesuai selera saja. Kalau saya takaran segini dapat dua botol besar.

Bahan-bahan :
Kunyit ¼ kg
Kencur ¼ kg
Gula Aren ¼ kg
Asam Jawa 2 bungkus plastik kecil

 Cara Membuat:
Kunyit dan kencur dicuci bersih sampai semua tanahnya bersih. Kemudian di blender dengan air matang hingga halus.
Rebus Air beserta gula aren dan asam jawa hingga mendidih. Matikan kompor bila sudah mendidih.
Kunyit dan kencur yang sudah halus di blender, dimasukkan ke dalam air panas yang berisi larutan gula aren dan asam jawa.
Diamkan sebentar, menunggu dingin.
Setelah itu, siap disaring dan dimasukkan ke dalam botol-botol.

Simpan di kulkas. Siap diminum.

Bubur Jagung Manis



                Resep bubur jagung manis ini terbilang sangat mudah dan sederhana. Tentunya ini resep versi saya ya. Dulu sekali, sekitar empat tahun lalu, pernah penasaran dengan bubur jagung yang lagi booming di depok. Ketika beli terkaget-kaget dengan harganya yang untuk ukuran empat tahun lalu sangat mahal. Padahal porsinya hanya semangkok plastik kecil. Apalagi sekarang ya, pasti lebih mahal. Daripada beli yang mahal-mahal dan hanya dapat semangkok, mending kita buat sendiri. Dengan harga yang sama dapat sepanci untuk makan sekeluarga. :p. Versi dari bubur jagung ini sangat banyak. Ada yang dicampur ubi kuning, ada yang dicampur pacar cina dan lain-lain. Saya buat yang original. Bila suka tambahan yang lain, boleh saja sesuai selera.

Bahan : Jagung Manis 4 buah
             Santan dari setengah butir kelapa
             Gula pasir secukupnya
             Daun pandan
             Tepung beras 4 sendok makan (untuk pengental)

Cara Memasak:

Sisir jagung semua, kemudian dibagi dua bagian. Yang satu diblender halus kemudian disaring, buang ampasnya, sebagiannya lagi tetap utuh printilan jagung. Kemudian panaskan air hingga mendidih. Masukkan jagung halus, jagung printilan dan daun pandan. Masak hingga matang. Kemudian tambahkan gula pasir dan santan, aduk-aduk. Siapkan tepung beras 4 sendok makan, cairkan dengan air. Dan masukkan sedikit demi sedikit ke dalam panci bubur sambil terus diaduk. Tunggu bubur mengental dan siap disajikan. 

Jumat, 01 Mei 2015

Membuat toge dari Kacang Hijau

                Terinspirasi dengan postingan teman di fesbuk, membuat saya ingin mempraktekkannya di rumah. Hal sederhana tapi keren dan menginspirasi buat saya. Sekaligus pelajaran yang bagus untuk Zharfan dan Syabil. Percobaan membuat toge dari kacang hijau.
         Zharfan nanya, “Ummi pasti mau buat bubur kacang ijo ya?”. Saat melihat saya merendam kacang hijau. “Salah kaka, Ummi mau buat toge”. “Haa toge?, emang toge dari kacang ijo mi?”. “iya, kalo ga percaya liat aja nanti ya”.
kacang hijau direndam selama 12 jam

           Hari pertama, kacang hijau saya rendam, kira-kira 12 jam. Kacang hijau ini akan mengembang dan sedikit mengeluarkan akar.
setelah perendaman 12 jam

        Kemudian, buang airnya dan simpan dalam wadah dan ditutupi dengan plastik hitam. Fungsi plastik hitam agar toge yang dihasilkan tidak mengeluarkan daun hijau. Dan setiap 4 jam disiram-siram dengan air. 
hari kedua toge mulai terlihat

Dan hari ketiga sudah mulai terlihat bentuk togenya.
hari ketiga
Toge siap dimasak. Mudah ya. Dan pelajaran IPA yang bagus untuk anak-anak. Zharfan dan Syabil jadi tau bahwa toge asalnya dari kacang hijau.