Sabtu, 09 April 2016

Petualangan Underwater Tiga Spot Terbaik di Karimun Jawa (Tour Laut)

          Pagi itu kita bersiap-siap untuk tour laut jam 7.30. Saya menyiapkan anak-anak menggunakan pakaian renang. Saya dan abi pun demikian. Tak lupa kita sarapan pagi terlebih dahulu. Menu pagi ini nasi, telur dadar, mie goreng, ikan goreng dan tumisan. Bersyukur anak-anak bukan tipe yang susah makan. Walaupun sedikit pemilih tapi bila tak ada pilihan, apa yang ada juga dimakan. Pas jam 7.30 kita di jemput bu titi agar ke rumahnya yang ga begitu jauh dari masjid. Di rumahnya kita mencoba jaket pelampung, kaki katak dan kaca muka. Bu titi begitu sigap menyiapkan keperluan kami. Kemudian kita diantar ke pelabuhan. Nah, di pelabuhan kita akan menaiki perahu kecil milik bapaknya bu titi ini. Pokoknya ada hubungan sodara semua deh. Trus kita dikenalkan sama mas Jamal. Mas Jamal ini merupakan guide laut kita. Tak lama datang empat orang lagi. Suami istri dan kaka beradik. Mereka kaget liat kami bawa anak tiga, terutama aisha ini. Hahaha. Sudah sepaket bu. Kita ga mau jalan-jalan tanpa anak. Harus ikutan semua. Ini ade kecil mau snorkling juga ya. Iya bu, aisha mau liat nemo. Tidak begitu lama perahu pun jalan. Mas Jamal sambil memperkenalkan diri dan memberi pengarahan ke kami. Orang yang supel menurut kami. Lucu lagi. Mas Jamal bilang, kita harus menjaga kelestarian alam. Jangan merusak karang, karena sesungguhnya karang itu makhluk hidup. Cukup liat-liat saja kehidupan bawah laut. Lestari, agar anak cucu kita bisa melihatnya juga nanti. Dan yang tak kalah penting, jangan buang sampah ke laut. Bawa lagi sampahnya pulang.
          Perahu kami menuju spot satu. Spot ini seperti spot latihan dulu. Dangkal, sekitar sedada orang dewasa, kita bisa berenang agak jauhan dikit dan dapat melihat karang-karang yang indah. Disini kita diajarkan dahulu tekhnik dasar snorkling. Napas lewat mulut dan yang pasti kaca muka harus dipastikan ngepas dan tidak bocor. Jangan ada rambut yg mengganjal karet kaca muka dan untuk saya yang menggunakan jilbab, pastikan kaca muka nempel di kulit muka. Bukan di kain jilbab, agar tak ada rongga yang menyebabkan air masuk ke muka. Air lautnya bening, terlihat seperti di kolam renang. Padahal bukan.


Disini kita juga dapat melihat pemandangan underwater laut dangkal. Karang-karang yang indah, ikan-ikan beraneka ragam jenis dan warnanya. Mas Jamal mengajak kita foto-foto sebentar di satu tempat dimana air lautnya dangkal, kira-kira sepinggang orang dewasa. Berlatar gunung dan awan-awan. 
           Dari sini kita naik perahu lagi, melaju ke spot kedua. Sepanjang perjalanan terlihat keindahan alam laut. Sesekali saya melihat ikan terbang, terbang? Iya terbang. Saya juga baru tau saat itu kalo ada ikan yang bisa terbang. Dia terbang diatas permukaan laut. Jauh terbangnya. Saya terpesona banget liatnya. Kata mas Jamal, itu ikan yang jadi maskot indosiar. Mas Jamal ngasih tau namanya dan nama dalam bahasa inggrisnya. Tapi maafkan saya lupa. Maklum ya. Ketika melewati pulau demi pulau. Mas Jamal bercerita bahwa pulau-pulau itu sudah dimiliki asing. Dibuat resort-resort berharga dollar permalamnya. Sedih ya dengarnya. Tapi ya begitu kenyataannya. Bule-bule asing malah lebih cepat mengetahui potensi pariwisata dari keindahan alam Indonesia. Kita? Sibuk bertengkar para elitnya. Eits..ups...
            Spot kedua lebih bening airnya. Beniiiinnggg banget. Dan ikannya lebih berwarna, beranekaragam. Saya takjub. Tapi dalemnya bikin takut. Beda dari spot pertama yang dangkal. Ini dalemm pisaaannn. Mungkin saya perkirakan sekitar 7 meter dibawah permukaan laut. Tapi masyaAllah. Yang ini paling top. Ya karang-karangnya yang bergoyang-goyang, berwarna-warni dan ikan-ikannya itu loh, banyak dan mengelilingi kita, apalagi jika kita kasih umpan roti, syahh langsung pada kumpul disekeliling kita. Ini sebagian foto-foto underwater kami. Cuma secuil mewakili keindahannya. Mau liat yang banyak ya datang kesini. Berasa berada di akuarium raksasa. Bener loh. Ga boong dah. 




Ummi dan kaka tak mau kehilangan momen ini. Kita keliling-keliling mengitari perahu sambil melihat ikan-ikan yang bertebaran begitu banyak dan indah.


Sesekali kaka dipanggil si mbah yang punya perahu. Le, jangan jauh-jauh. Hehehe. Bocah pemberani, ga ada takutnya memang. Untuk yang satu ini, kaka memang top deh. 



Aisha pun tak mau ketinggalan. Setelah mas Jamal pun bilang aman. Gapapa. Aisha ikutan turun. Dia senang sekali. Tiba-tiba ada ikan mirip dengan nemo tapi warnanya hitam putih mengelilingi kami. Aisha cekikikan. Sayang kami ga sempat foto momen nemo mendekati kami ini. 


            Setelah puas melihat-lihat bawah laut. Mas Jamal memberi tantangan kepada kami. Untuk menyelam hingga dasar laut. Karena kami masih amatiran semua, dipakailah cara tali yang diikatkan ke dasar laut. Caranya, kami harus melepas jaket pelampung kami, dan alat bernapas di mulut. Yang tetap dipergunakan kaca muka saja. Tahan napas sekuat-kuatnya dan selama- lamanya, kemudian tarik tali hingga membawa tubuh kami ke dasar laut. Lumayan juga kedalamannya ini. Sekitar 4 hingga 7 meter dibawah permukaan laut. Dan yang berani ummi dan kaka. Abi ga berani, begitu pula ade. Bukan ga berani ya de, belum berani, suatu saat pasti bisa. Saya pun melepas jaket pelampung saya, si mbah bersiap2 diatas perahu mengambil jaket saya. Dan bersiap melemparkannya kembali ketika saya muncul di permukaan laut. Menantang.. 


Om yang seperahu dengan kami menyemangati kaka. Kaka pasti bisa. Ayo berani ya, om temenin sampe bawah. Jadi jangan takut. Sambil si om ngajarin cara-cara menahan napas kepada kaka. Dan nampaknya kaka berani ambil tantangan ini. Dan kaka 3 kali mencobanya sampai berhasil hingga ke dasar. 


            Spot kedua sudah kita lalui. Bermain-main dengan ikan pun sudah. Kita kembali naik ke perahu. Tujuan kita ke pulau cilik, bakar ikan, makan siang dan melihat keindahan pulai cilik. Ini beberapa foto keindahan pulau cilik. 




Kita cukup lama istirahat di pulau ini. Disini ada warung makan juga, menjual kelapa muda, indom*e, kopi, jajanan anak-anak dan souvenir. Kaka-kaka bermain air di tepi pantai sedangkan aisha bermain-main pasir. 


            Selesai makan di pulau ini kami lanjut naik perahu menuju spot ketiga. Awalnya saya berpikir snorkling kami telah selesai dan langsung menuju penangkaran hiu. Ternyata tidak, masih ada satu spot lagi. Sudah puas snorkling eh ditambah lagi satu spot lagi. Duh ga mau kehilangan momen. Hayu turun. 





Ade yang tadinya mau-mau ga-ga. Ikutan turun walaupun hanya disekitaran perahu. Dia juga terlihat takjub. Selama dikapal dia cerita tentang ikan-ikan yang dia liat. Suatu hari nanti kita snorkling ade udah berani ya de. Spot ketiga kami juga ditantang seperti spot kedua. Menyelam hingga ke dasar laut. Di spot ketiga ini takut-takut kami sudah hilang. Yang ada ingin terus mengeksplor keindahan yang dapat kami lihat. Ah menakjubkan pokonamalah. 
            Destinasi terakhir kami adalah penangkaran hiu. Disini kita melihat hiu-hiu yang dipelihara dikembangbiakan. Hingga suatu saat dapat dilepas di habitatnya kembali. Ini salah satu upaya dalam melestarikan hiu-hiu yang hampir punah akibat penangkapan semena-mena untuk dikonsumsi atau diambil siripnya. Jangan sampai deh ya kita makan hiu. Kasian ini ikan hampir punah. 



Di penangkaran hiu ini, kami tak turun ke kolam sekedar uji nyali. Yah karena banyak anak-anak muda yang foto-foto disitu dan tak selesai-selesai. Jadi kami sekedar melihat-lihat saja. Bila berani bisa loh turun di kolam hiu ini untuk foto-foto. Bila berani loh. Saya kayaknya ga deh... 
            Selesai sudah petualangan kami hari ini. Cape iya, letih iya, kucel iya. Tapi satu yang pasti. B a h a g i a...bahagia mendapatkan pengalaman menakjubkan tentang negeri bawah laut. Semoga tulisan sederhana ini bisa jadi referensi, syukur-syukur sedikit inspirasi bahwa jangan memberikan anak-anak mainan atau barang-barang mahal. Karena mainan atau barang-barang akan usang. Tapi berikan mereka pengalaman. Karena pengalaman akan mereka ingat dalam hati selamanya. InsyaAllah. 

Minggu, 03 April 2016

Petualangan di Karimun Jawa ( Tour Darat)

          Sekitar jam 11.30 sampailah kami di pelabuhan Karimun Jawa. Udara sangat panas sekali. Saya berpikir depok sudah panas, ternyata disini jauh lebih panas. Lebih panas dari solo, ataupun Surabaya. Abi sibuk menelpon tour guide kami yang berjanji bertemu dan menjemput kami di pelabuhan ini. Para penumpang terlihat saling mencari-cari tour guidenya masing-masing. Tour guide ini kebanyakan adalah penduduk setempat yang mata pencariannya dari wisata ini. Ada juga para pekerja atau nelayan yang nyambi jadi tour guide. Keluar dari kapal sepanjang jalan sudah terlihat keindahan bawah laut sekitaran pelabuhan. Air laut yang bening menembus dasar laut. Ikan-ikan bergerombol terlihat jelas dari atas. Aisha antusias sekali menunjuk-nunjuk ikan-ikan itu. MasyaAllah.

Mas david sms dia berada di pos dekat gapura selamat datang. Oh baiklah kita kesana. Lebih sepi juga daripada menunggu disini yang penuh penumpang. Tak lama kami menunggu dan mas david datang. Kita berkenalan sebentar dan mas david minta maaf untuk menunggu mobil sebentar. Kita pun menunggu sambil duduk-duduk di rumput. Tidak berapa lama datanglah mobil yang akan membawa kita ke homestay. Mobil putih itu berhenti dan pak supirnya yang merupakan teman mas david dengan cekatan memasukkan ransel-ransel kita ke bagian belakang mobil. Perjalanan ke homestay tak butuh waktu lama. Ternyata tak terlalu jauh. Hanya sekitar 10 menit berkendara. Homestay kita terletak tak jauh dari alun-alun, di dalam perkampungan karimun jawa. Mas david berkata kita istirahat dulu, sholat, makan dan persiapan tour darat jam 13.30. Rumah yang bagus menurut saya. Di meja sudah terdapat es kopyor dengan sirop merah, seperti minuman selamat datang gitu dan di meja makan sudah terdapat makan siang menu rumahan. Nasi, sayur sop, ikan kembung goreng, tempe goreng, sambal kecap dan kerupuk. Menu yang cocok di lidah kami. Selesai sholat dan makan, tepat jam 13.30 kita dijemput mobil yang sama lagi. Mas david malah belum datang. Kita diajak muter-muter terlebih dahulu melihat perkampungan karimun jawa dan foto-foto di sekitaran pelabuhan karimun jawa. Baru 15 menit kemudian kita bertemu mas david.
         Tujuan pertama kita adalah bukit love. Entah kenapa dinamakan bukit love, mungkin karena banyak tulisan-tulisan love gitu atau tempat sepasang kekasih melihat lautan luas dari bukit ini. Ah entahlah. Yang pasti dari atas bukit ini terlihat pemandangan laut dari atas. Panas sih ya, ditambah jalanan menanjak cukup menguras keringat juga. Disini kita membayar karcis masuk. Ga tau gimana ngitungnya. Yang pasti kita dikenakan 2 tiket masuk sebesar 20rb. 20rb ini dikasih dua minuman botol dingin pula. Ah murah. Matahari sangat terik. Tapi kita tak mau kehilangan momen tiap momen. Sepertinya ga lengkap bila ke karimun jawa belum foto-foto di bukit sini.


Beruntungnya kami, ketika kesini sedang banyak burung-burung merpati bertebangan. Menambah suasana cantik.


             Dari bukit love kita menuju hutan mangrove. Seperti namanya hutan mangrove ini hanya terdapat pohon-pohon mangrove. Terdapat trek-trek jalanan setapak kayu yang dapat kita lewati. Lumayan juga lelah ya. Trek yang panjang. Ternyata mangrove juga banyak jenis-jenisnya, disini kita dapat melihat berbagai jenis pohon mangrove disertai beberapa papan keterangannya. Mirip-mirip belajar biologi gitu.


Ditengah-tengah trek terdapat menara pengawas atau pemantau. Kita dapat naik ke atas dan melihat hutan mangrove dari atas.

            Selesai dari melihat-lihat hutan mangrove, kini ke destinasi terakhir dihari ini. Pantai tanjung gelam. Kita akan menghabiskan sore disini hingga matahari tenggelam. Pemandangan pantai tanjung gelam tak diragukan lagi keindahannya. Laut yang biru, pasir yang putih lembut dan suasana pantai yang tidak ramai menambah nilai tersendiri. Indaaaahhh bangetttt.




          Selesai sudah tour darat hari ini. Hari kedua tour laut akan lebih seru. Sepanjang hari kita akan snorkling di tiga spot terbaik. Berlanjut ya. Salam.