Perahu kami menuju spot satu. Spot ini seperti spot latihan dulu. Dangkal, sekitar sedada orang dewasa, kita bisa berenang agak jauhan dikit dan dapat melihat karang-karang yang indah. Disini kita diajarkan dahulu tekhnik dasar snorkling. Napas lewat mulut dan yang pasti kaca muka harus dipastikan ngepas dan tidak bocor. Jangan ada rambut yg mengganjal karet kaca muka dan untuk saya yang menggunakan jilbab, pastikan kaca muka nempel di kulit muka. Bukan di kain jilbab, agar tak ada rongga yang menyebabkan air masuk ke muka. Air lautnya bening, terlihat seperti di kolam renang. Padahal bukan.
Disini kita juga dapat melihat pemandangan underwater laut dangkal. Karang-karang yang indah, ikan-ikan beraneka ragam jenis dan warnanya. Mas Jamal mengajak kita foto-foto sebentar di satu tempat dimana air lautnya dangkal, kira-kira sepinggang orang dewasa. Berlatar gunung dan awan-awan.
Dari sini kita naik perahu lagi, melaju ke spot kedua. Sepanjang perjalanan terlihat keindahan alam laut. Sesekali saya melihat ikan terbang, terbang? Iya terbang. Saya juga baru tau saat itu kalo ada ikan yang bisa terbang. Dia terbang diatas permukaan laut. Jauh terbangnya. Saya terpesona banget liatnya. Kata mas Jamal, itu ikan yang jadi maskot indosiar. Mas Jamal ngasih tau namanya dan nama dalam bahasa inggrisnya. Tapi maafkan saya lupa. Maklum ya. Ketika melewati pulau demi pulau. Mas Jamal bercerita bahwa pulau-pulau itu sudah dimiliki asing. Dibuat resort-resort berharga dollar permalamnya. Sedih ya dengarnya. Tapi ya begitu kenyataannya. Bule-bule asing malah lebih cepat mengetahui potensi pariwisata dari keindahan alam Indonesia. Kita? Sibuk bertengkar para elitnya. Eits..ups...
Spot kedua lebih bening airnya. Beniiiinnggg banget. Dan ikannya lebih berwarna, beranekaragam. Saya takjub. Tapi dalemnya bikin takut. Beda dari spot pertama yang dangkal. Ini dalemm pisaaannn. Mungkin saya perkirakan sekitar 7 meter dibawah permukaan laut. Tapi masyaAllah. Yang ini paling top. Ya karang-karangnya yang bergoyang-goyang, berwarna-warni dan ikan-ikannya itu loh, banyak dan mengelilingi kita, apalagi jika kita kasih umpan roti, syahh langsung pada kumpul disekeliling kita. Ini sebagian foto-foto underwater kami. Cuma secuil mewakili keindahannya. Mau liat yang banyak ya datang kesini. Berasa berada di akuarium raksasa. Bener loh. Ga boong dah.
Ummi dan kaka tak mau kehilangan momen ini. Kita keliling-keliling mengitari perahu sambil melihat ikan-ikan yang bertebaran begitu banyak dan indah.
Sesekali kaka dipanggil si mbah yang punya perahu. Le, jangan jauh-jauh. Hehehe. Bocah pemberani, ga ada takutnya memang. Untuk yang satu ini, kaka memang top deh.
Aisha pun tak mau ketinggalan. Setelah mas Jamal pun bilang aman. Gapapa. Aisha ikutan turun. Dia senang sekali. Tiba-tiba ada ikan mirip dengan nemo tapi warnanya hitam putih mengelilingi kami. Aisha cekikikan. Sayang kami ga sempat foto momen nemo mendekati kami ini.
Setelah puas melihat-lihat bawah laut. Mas Jamal memberi tantangan kepada kami. Untuk menyelam hingga dasar laut. Karena kami masih amatiran semua, dipakailah cara tali yang diikatkan ke dasar laut. Caranya, kami harus melepas jaket pelampung kami, dan alat bernapas di mulut. Yang tetap dipergunakan kaca muka saja. Tahan napas sekuat-kuatnya dan selama- lamanya, kemudian tarik tali hingga membawa tubuh kami ke dasar laut. Lumayan juga kedalamannya ini. Sekitar 4 hingga 7 meter dibawah permukaan laut. Dan yang berani ummi dan kaka. Abi ga berani, begitu pula ade. Bukan ga berani ya de, belum berani, suatu saat pasti bisa. Saya pun melepas jaket pelampung saya, si mbah bersiap2 diatas perahu mengambil jaket saya. Dan bersiap melemparkannya kembali ketika saya muncul di permukaan laut. Menantang..
Om yang seperahu dengan kami menyemangati kaka. Kaka pasti bisa. Ayo berani ya, om temenin sampe bawah. Jadi jangan takut. Sambil si om ngajarin cara-cara menahan napas kepada kaka. Dan nampaknya kaka berani ambil tantangan ini. Dan kaka 3 kali mencobanya sampai berhasil hingga ke dasar.
Spot kedua sudah kita lalui. Bermain-main dengan ikan pun sudah. Kita kembali naik ke perahu. Tujuan kita ke pulau cilik, bakar ikan, makan siang dan melihat keindahan pulai cilik. Ini beberapa foto keindahan pulau cilik.
Kita cukup lama istirahat di pulau ini. Disini ada warung makan juga, menjual kelapa muda, indom*e, kopi, jajanan anak-anak dan souvenir. Kaka-kaka bermain air di tepi pantai sedangkan aisha bermain-main pasir.
Selesai makan di pulau ini kami lanjut naik perahu menuju spot ketiga. Awalnya saya berpikir snorkling kami telah selesai dan langsung menuju penangkaran hiu. Ternyata tidak, masih ada satu spot lagi. Sudah puas snorkling eh ditambah lagi satu spot lagi. Duh ga mau kehilangan momen. Hayu turun.
Ade yang tadinya mau-mau ga-ga. Ikutan turun walaupun hanya disekitaran perahu. Dia juga terlihat takjub. Selama dikapal dia cerita tentang ikan-ikan yang dia liat. Suatu hari nanti kita snorkling ade udah berani ya de. Spot ketiga kami juga ditantang seperti spot kedua. Menyelam hingga ke dasar laut. Di spot ketiga ini takut-takut kami sudah hilang. Yang ada ingin terus mengeksplor keindahan yang dapat kami lihat. Ah menakjubkan pokonamalah.
Destinasi terakhir kami adalah penangkaran hiu. Disini kita melihat hiu-hiu yang dipelihara dikembangbiakan. Hingga suatu saat dapat dilepas di habitatnya kembali. Ini salah satu upaya dalam melestarikan hiu-hiu yang hampir punah akibat penangkapan semena-mena untuk dikonsumsi atau diambil siripnya. Jangan sampai deh ya kita makan hiu. Kasian ini ikan hampir punah.
Di penangkaran hiu ini, kami tak turun ke kolam sekedar uji nyali. Yah karena banyak anak-anak muda yang foto-foto disitu dan tak selesai-selesai. Jadi kami sekedar melihat-lihat saja. Bila berani bisa loh turun di kolam hiu ini untuk foto-foto. Bila berani loh. Saya kayaknya ga deh...
Selesai sudah petualangan kami hari ini. Cape iya, letih iya, kucel iya. Tapi satu yang pasti. B a h a g i a...bahagia mendapatkan pengalaman menakjubkan tentang negeri bawah laut. Semoga tulisan sederhana ini bisa jadi referensi, syukur-syukur sedikit inspirasi bahwa jangan memberikan anak-anak mainan atau barang-barang mahal. Karena mainan atau barang-barang akan usang. Tapi berikan mereka pengalaman. Karena pengalaman akan mereka ingat dalam hati selamanya. InsyaAllah.





















Tidak ada komentar:
Posting Komentar