Sabtu, 14 Februari 2015

Rejekinya Penjual Ketoprak



                Sudah berkeliling mencoba berbagai ketoprak, selalu jatuh hati dengan ketoprak malam ini. Selain porsinya banyak, bumbunya pas di lidah dan kerupuknya yang ga pelit-pelit alias banyak. Mangkal mulai jam 8 malam dan langsung antri membelinya, si abang ga khawatir rejekinya hilang padahal iya buka sehabis menunaikan sholat isya berjamaah dulu di masjid. Bila sedang meracik bisa sekaligus 6 piring di waktu yang bersamaan, sambil ngulek sambil satu dua pelanggan datang membisikkan pesanan mereka dan anehnya masing-masing pesanan ini tidak pernah salah. Bayangkan ada yang pesan pedas, sedang, tidak pedas, ga pake tauge, tahunya dua, tidak pake ketupat, pake telor goreng dan lain-lain kemauan pelanggan, dan sekali lagi, hebatnya ga pernah salah loh masing-masing pesanan ini, padahal dia tak banyak menanyakan ulang pesanan. Sepanjang saya perhatikan, dari jam 8 malam pesanan tak berhenti-henti, ramai selalu. Tak pernah saya lewat dan liat dia nunggu pembeli, tapi pembeli yang nunggu abangnya datang. Dan banyak orang-orang sini yang sering bilang si abang rajin sholat subuh di masjid, dan terkadang mengimami sholat subuh berjamaah, korelasi dengan rejeki diantarkah?...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar