Sudah
berkeliling mencoba berbagai ketoprak, selalu jatuh hati dengan ketoprak malam
ini. Selain porsinya banyak, bumbunya pas di lidah dan kerupuknya yang ga
pelit-pelit alias banyak. Mangkal mulai jam 8 malam dan langsung antri membelinya,
si abang ga khawatir rejekinya hilang padahal iya buka sehabis menunaikan
sholat isya berjamaah dulu di masjid. Bila sedang meracik bisa sekaligus 6
piring di waktu yang bersamaan, sambil ngulek sambil satu dua pelanggan datang membisikkan
pesanan mereka dan anehnya masing-masing pesanan ini tidak pernah salah. Bayangkan
ada yang pesan pedas, sedang, tidak pedas, ga pake tauge, tahunya dua, tidak
pake ketupat, pake telor goreng dan lain-lain kemauan pelanggan, dan sekali
lagi, hebatnya ga pernah salah loh masing-masing pesanan ini, padahal dia tak
banyak menanyakan ulang pesanan. Sepanjang saya perhatikan, dari jam 8 malam
pesanan tak berhenti-henti, ramai selalu. Tak pernah saya lewat dan liat dia
nunggu pembeli, tapi pembeli yang nunggu abangnya datang. Dan banyak
orang-orang sini yang sering bilang si abang rajin sholat subuh di masjid, dan
terkadang mengimami sholat subuh berjamaah, korelasi dengan rejeki diantarkah?...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar